English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean

Showing posts with label Lari. Show all posts
Showing posts with label Lari. Show all posts

Sunday, September 7, 2014

Teknik Lari Gawang

Teknik Lari Gawang ~ Atletik memiliki beberapa nomor diantaranya adalah nomor lari, sedangkan pada nomor lari sendiri bisa dibagi menjadi beberapa bagian. salah satunya adalah lari gawang. lari gawang merupakan lari halang rintangan. lari gawang ini tergolong dalam kategori lari cepat. 

Lari gawang sendiri bisa diartikan  lari cepat menempuh suatu jarak tertentu dengan melompati gawang–gawang yang tingginya diatur dalam peraturan perlombaan. Gerakan lari gawang, baik itu lari gawang 110 m, 200 m, 400 m untuk pria atau 100 m untuk wanita, sedapat mungkin harus dilakukan seperti pada gerakan lari cepat.
http://volimaniak.blogspot.com/

Pada kesempatan kali ini volimaniak ingin berbagi kepada anda semua mengenai beberapa teknik dasar pada lari gawang yang harus anda ketahui untuk bisa melakukan lari gawang ini dengan baik.

Teknik Lari Gawang Adalah Sebagai Berikut :

Latihan Teknik Dasar Lari Gawang.

a. Dari start ke gawang pertama
Start pertama yang digunakan pada lari gawang adalah start jongkok. Pada waktu akan melewati gawang, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
  1. Pada waktu bertolak, pinggang harus diangkat tinggi dan cukup jauh dari gawang yang akan dilewatinya. Gumanya untuk memperoleh jalan yang rendah.
  2. Lutut kaki yang berada di depan diangkat tinggi, hingga membentuk sudut kurang lebih 99-95 derajat, sedangkan lutut kaki belakang lurus (kaki tolak) dengan rumit diangkat tinggi.
b. Sikap Badan Di atas Gawang.
  1. Lintasan gerak tubuh pada waktu berada di atas gawang harus diusahakan serendah mungkin, dengan badan agak dicondongkan ke depan dan lutut agak dibengkokkan. 
  2. Kaki yang digunakan untuk menolak ditarik ke depan dengan jalan memutar ke samping. Keadaan kaki ini harus tetap diangkat tinggi, dengan tujuan untuk memberi kebebasan menjangkau ke depan membuat langkah yang panjang. 
  3. Setelah kaki depan melewati gawang, segera turunkan ke tanah dalam keadaan lurus. 
  4. Lengan harus membantu keseimbangan di atas gawang, sehingga dapat membantu kembali ke posisi gerak dorong ke depan. 
  5. Pada saat berada di atas gawang, badan dicondongkan ke depan untuk menjaga gerakan mendorong ke depan.
c. Sikap Badan dan Gerakan Kaki Pada Waktu Mendarat.
  1. Pada saat mendarat, kaki dalam keadaan lurus. 
  2. Kaki belakang dengan keadaan lurus ditekuk, tetap terangkat tinggi supaya dapat bergerak bebas menjangkau ke depan dalam usaha membuat langkah yang panjang. 
  3. Badan dicondongkan ke depan untuk membantu membawa berat badan.
d. Langkah Diantara Gawang.
  1. Membuat langkah mulai dari start ke gawang pertama 
  2. Setelah kaki depan mendarat di tanah mencapai irama tiga langkah di antara gawang. 
e. Dari Gawang Terakhir Sampai Melewati Garis Finish.
  1. Badan dorong ke depan. 
  2. Kaki belakang dilangkahkan ke depan secepatnya. 
  3. Lari secepat-cepatnya sampai melewati garis finish dengan membungkukkan dada ke depan.
Demikian yang bisa volimaniak share mengenai teknik lari gawang. semoga bisa bermanfaat dan membantu untuk anda bagi pelajar maupun guru yang membutuhkan referensi ini. cukup sekian .terimakasih

Monday, September 1, 2014

Bentuk-bentuk Pembelajaran Lari Jarak Pendek/Sprint

Bentuk-bentuk Pembelajaran Lari Jarak Pendek/Sprint ~ Gerakan teknik dasar lari jarak pendek dapat dilakukan dengan cara berpasangan dan berkelompok. dalam melakukan gerakan teknik dasar lari jarak pendek, para peserta didik diharapkan dapan menunjukkan nilai-nilai sikap seperti : kerja sama, tanggung jawab, menghargai teman, disiplin dan toleransi,.

Sebagai pendidik atau guru anda wajib kreatif, anda harus pintar-pintar dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran, pendekatan pembelajaran serta mengetahui kemampuan peserta didik anda. anda harus bisa menyesuaikan diri serta bisa membuat pembelajaran itu lebih menyenangkan dan tujuan dari pembelajaran bisa tercapai. pada kesempatan kali ini volimaniak ingin berbagi kepada anda semua bagaimana bentuk modifikasi pembelajaran lari jarak pendek, mungkin setelah anda membaca postingan saya kali ini anda bisa menerapkannya pada peserta didik anda. 
Berikut beberapa metode variasi pembelajaran lari jarak pendek :
1. Berlari joging dengan mengangkat paha tinggi dan pendartan kaki menggunakan ujung telapak kaki, lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelas.

http://volimaniak.blogspot.com/

2. Lari cepat dengan langkah kaki lebar

http://volimaniak.blogspot.com/

3. koordinasi teknik dasar start jongkok

http://volimaniak.blogspot.com/

4. merebahkan badan diawali gerak berjalan dilanjutkan dengan lari joging

http://volimaniak.blogspot.com/

5. Lomba lari cepat beregu dengan Shuttle Run
lakukan dengan penuh rasa tanggung jawab, disiplin dan kerja sama tim dengan baik.

http://volimaniak.blogspot.com/

Demikian yang bisa volimaniak share pada kesempatan kali ini, semoga bisa menjadi inspirasi bagi anda dan menambah pengetahuan anda dalam bidang olahraga atletik khususnya lari jarak pendek atau cepat.semoga bermanfaat. terimakasih

Monday, August 25, 2014

Tehnik Dasar Atletik Nomor Lari 100 Meter

Tehnik Dasar Atletik Nomor Lari 100 Meter ~ Setelah kemarin kita mempelajari seluk beluk atau sejarah dari atletik, tiba saatnya buat anda semua mengetahui atau mengenal tehnik dasar pada atletik khususnya nomor lari jarak 100 meter / pendek / sprint. Pada dasarnya pada ataletik nomor lari memiliki tehnik dasar yang hampir sama dari semua cabang atletik nomor lari. yang membedakan cuma jarak tempuh, halangan serta daya tahan.

Pada atletik nomor lari 100 meter ini lebih cenderung membutuhkan kecepatan daripada daya tahan. karena pada perlombaan lari 100 meter / sprint tidak membutuhkan waktu yang lama, melainkan hanya beberapa detik saja. untuk itu anda harus mengenal bagaimana dan apa saja yang terpenting dalam mendalami atletik nomor lari ini. pada atletik nomor lari 100 meter ini memiliki 3 tehnik penting yang wajib di pelajari dan akan volimaniak bahas pada kesempatan kali ini. ok langsung saja berikut rinciannya : 
http://volimaniak.blogspot.com/

A. Teknik Start

Dalam perlombaan lari dikenal 3 macam start, yaitu start jongkok (crouching start) digunakan pada lari jarak pendek, start berdiri (standing start) di gunakan pada lari jarak menengah, jarak jauh dan marathon. Start melayang (flying start) digunakan lari sambung atau estafet oleh pelari kedua dan pelari berikutnya.

Teknik start jongkok mempunyai 3 macam posisi start yang dilakukan pada block start, yaitu:

a) Short Startbunc Start (Start Pendek)

Posisi start ini diukur 16 inci dari garis start sampai dengan block start depan. Saat jongkok lutut kaki belakang berada di depan ujung kaki yang lain. Apabila berdiri, ujung kaki belakang akan terletak kira-kira disamping tumit. Start ini dapat menghasilkan kecepatan yang tinggi, tetapi bagi anak-anak start ini kurang sesuai karena dengan posisi kaki yang berdekatan, peranan kedua tangan akan terasa lebih berat, maka start pendek ini akan sesuai dipakai pada atlet yang sudah terlatih.

b) Medium start (start menengah)

Posisi start ini diukur 21 inci dari garis start sampai dengan block start depan, Saat berjongkok lutut kaki belakang kira-kira berada di samping lekukan telapak kaki depan. Start ini juga biasa menghasilkan kecepatan yang tinggi. Pada posisi ini atlet dapat mengeluarkan tenaga yang besar untuk melesat dari block start, dengan kecepatan yang tinggi, sehingga posisi start ini banyak digunakan oleh para atlet.

c) Long start (start panjang)

Posisi start ini diukur 21 inci dari garis start sampai block start depan, dengan jarak 26 inci diantara block. Saat berjongkok lutut kaki belakang berada disamping atau kira-kira segaris dengan tumit kaki depan atau letak lutut lebih mundur lagi, kedua telapak kaki saling berjauhan. Start ini kurang menguntungkan. Pelari yang berkaki panjang biasanya sesuai dalam memakai start ini.

Adapun gerakan aba-aba “Siap” lari jarak pendek 100 meter adalah :
http://volimaniak.blogspot.com/

a) Pada aba-aba “bersedia” atlet mulai menempatkan diri pada block start, dengan kedua kaki bertumpu pada block start, dan lutut kaki belakang diletakan ditanah, pada saat yang sama tangan diletakan dibelakang garis start, kurang lebih selebar bahu, dengan ujung-ujung jari menyentuh tanah, antara ibu jari dan telunjuk membentuk seperti huruf V, kepala relak dengan pandangan mata kedepan

b) Pada aba-aba “siap” lutut diangkat dari tanah sedemikian rupa sehingga kedua kaki sama-sama menjadi sedikit bengkok, untuk idealnya menurut Vern Gambetta, lutut depan membentuk sudut 90 derajat, dan lutut belakang membentuk sudut antara110 sampai 120. Dan kaki kaki tersebut menekan pada balok, pinggul menjadi naik sedemikian rupa sehingga lebih tinggi dari bahu yang letaknya berada diatas tangan, lengan di pertahankan lurus dengan berat badan dibebankan merata kepada semua titik tumpu, punggung tidak boleh tinggi dari bahu dan dicari posisi mana yang paling enak untuk dapat melesat secepatnya dari balok start dan pandangan mata melihat kedepan, kurang lebih 1,5meter didepan garis start.

c) Pada saat pistol bunyi atau aba-aba “ya”, si atlet dengan reaksi yang cepa bertolak dari balok start, pada saat yang sama mengangkat tangan dari tanah, yang mengakibatkan ketidakseimbangan badan sebagai tahap awal dari gerakan start, kaki belakang dalam keadaan bengkok bergerak maju, kaki yang lain diluruskan dengan kuat untuk memberikan daya dorong kedepan, kedua lengan memberikan imbangan gerak terhadap kedua kaki dan membantu memberikan daya selama gerakan lari.

B. Teknik Lari Jarak Pendek 100 Meter

Pada teknik lari jarak pendek ada 3 macam bagian yang harus diperhatikan, yaitu: langkah kaki, ayunan lengan serta kecondongan badan.
http://volimaniak.blogspot.com/

1. Langkah Kaki
Gerakan lari secara keseluruhan dimulai dengan tanah kembali, siklus keseluruhan dimulai saat dimana satu kaki melangkah menyentuh tanah, dan sampai kemudian menyentuh lagi, jadi terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

a. Tahap melangkah (drive)
Mata kaki dan lutut diangkat pada saat titik berat badan bergerak didepan kaki yang menumpu, dan mendorong pinggul kedepan. Kaki yang melangkah ditekuk dan bergerak kedepan dan keatas, ekstensi maksimum dari kaki yang melangkah bersamaan dengan gerak mengangkat paha dari kiri, ekstensi tersebut kedepan sampai kejari jari kaki.

Kedua lengan mengayun memberi imbangan gerak terhadap kedua kaki, titik maksimum gerakan ini bersamaan pula dengan gerak dorong akhir, sehingga bila siku berada dititik jauh dibelakang, lutut yang satunya akan mencapai tinggi maksimum didepan badan, ayunan tangan kedepan kearah hidung serta ayunan kebelakang agak keluar dengan siku ditekuk membuat sudut kira-kira 90 derajat.

b. Kontak (contact)
Kontak dengan tanah untuk lari jarak pendek khususnya lari jarak 100 meter berbeda dengan lari jarak jauh dan menengah. Pada lari jarak jauh dan menengah kontak terjadi saat telapak kaki menyentuh tanah, sedangkan kontak pada saat lari jarak 100 meter terjadi pada saat bola kaki menyentuh tanah.

c. Support
Pada saat yang sama lutut sedikit dibengkokan sebagai persiapan untuk melangkah, sedangkan lutut yang lainya ketika bergerak kedepan terus dibengkokan (jaga keseimbangan dengan kecepatan) sampai ini menjadi kaki tumpu (dibawah titik berat badan), dan diteruskan bersama dengan pinggul bergerak kedepan pada saat rilek pada saat kaki tumpu menjadi kaki dorong. Ayunan kedua tangan tetap kearah hidung.

d. Tahap pemulihan (recovery)
Sekali gerak melangkah itu selesai, sentuhan pada tanah yang dibuat oleh tungkai selesai juga, dan titik pusat berat badan tetap diproyeksikan pada satu garis lurus kedepan (bukan parabola), tungkai yang telah melangkah secara otomatis akan terangkat kebelakang, sedangkan tungkai yang lain kedepan dan mulailah terbentuk tarikan yang aktif ketika tungkai mulai menyentuh tanah.

Tungkai belakang membuat gerakan rotasi yang berulang ulang dan lengan berayun dengan arah yang berlawanan. Siklus ini dapat disebut suatu gerakan rilek dalam saaat melayang atau tahap pemulihan.

2. Ayunan Lengan
Ayunan lengan pada lari jarak pendek gerakannya lebih keras dibandingkan dengan lari jarak menengah dan jauh karena dipengaruhi oleh kecepatan yang tinggi, sehingga secara otomatis ayunan lengan akan lebih keras dan lebih tinggi juga frekwensinya dan lebih banyak di bandingkan dengan lari jarak menengah dan jauh. Ayunan tangan harus kuat agar keseimbangan titik terganggu, ayunan tangan ini mengarah kedepan hidung serta ayunan kebelakang agar keluar dengan siku ditekuk membentuk sudut 90 derajat.

3. Kecondongan Badan
Pada lari jarak pendek posisi badan condong kedepan, tidak membungkuk dan juga tidak membusungkan dada, pandangan tidak terlalu jauh kedepan, sebaiknya kurang lebih 5 sampai 10 meter kedepan (Yusuf Adisasmita, 1992:40)

Namun pada kenyataannya pada atlet kelas dunia, seperti Carl Lewis dan Ben Johnson, posisi badan tidak condong kedepan, namun cenderung hampir tegak, hal ini bisa terjadi karena dipengaruhi oleh kecepatan lari yang sangat tinggi, sehingga secara otomatis badan akan tegak dalam melakukan lari jarak pendek 100 meter tersebut.

C. Teknik Finish
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pelari pada waktu melewati garis Finish, diantaranya:
a) Lari terus tanpa mengubah sikap lari
b) Dada dicondongkan kedepan, tangan kedua-duanya diayunkan kebawah belakang, di Amerika lazim disebut “the lunge” atau merobohkan diri.
c) Dada diputar dengan ayunan tangan kedepan atas, sehingga bahu sebelah maju kedepan.
Cara yang paling baik untuk memasuki garis finish adalah dengan cara dada dicondongkan kedepan, tangan diayunkan kebelakang, karena cara ini paling efektif dan biasa dilakukan oleh atlet-atlet lari jarak pendek 100 meter.

Demikianlah pembahasan singkat dari volimaniak mengenai tehnik dasar atletik nomor lari 100 meter, semoga bisa berguna bagi anda yang membutuhkannya dan tidak lain tujuan utama adalah menambah pengetahuan kita dalam bidang olahraga. semoga bermanfaat, terimakasih

Sunday, August 24, 2014

Pengertian Lari Sprint ( Lari Cepat )

Pengertian Lari Sprint ( Lari Cepat ) ~ Setelah kita belajar mengenai sejarah perkembangan atletik tiba saatnya kita mengenal cabang-cabang olahraga atau nomor yang tergolong dalam kategori atletik. atletik bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian dan salah satu bagian di antaranya adalah lari sprint. sebelum kita belajar lebih lanjut mengenai lari sprint ini kita harus juga mengetahui seluk beluk dari lari cepat. dalam postingan kali ini volimaniak ingin berbagi kepada anda semuanya mengenai pengertian lari sprint atau cepat. ok tidak usah berlama-lama berikut penjelasannya.

Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu, perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.

Nomor atletik lari jarak pendek biasa disebut sprint race. Karena itu pelari nomor atletik lari jarak pendek sering disebut sprinter. Lari jarak pendek merupakan salah satu nomor yang dilombakan pada Olimpiade Kuno di Yunani.
http://volimaniak.blogspot.com/

Cabang atletik lari jarak pendek bisa diselenggarakan di dalam ruangan (indoor) atau di luar ruangan (outdoor). Di negara-negara yang memiliki empat musim, perlombaan indoor biasa dilangsungkan pada musim dingin. Sementara perlombaan outdoor biasanya diselenggarakan pada musim panas.

Bagi mereka yang kurang memahami tentang atletik, terutama cabang lari, mungkin akan sedikit bingung dengan istilah lari jarak pendek. Selain ditentukan jarak, lari ini dikenal dengan nama sprint. Dinamakan sprint karena olahraga ini mengandalkan kecepatan otot, terutama pada otot tungkai untuk bisa bekerja dengan tenaga penuh atau full speed.

Otot tungkai ini akan digunakan bekerja maksimal guna menghasilkan kecepatan lari sang atlet. Hal ini karena lari jarak pendek ini menuntut seorang pelari untuk bisa mencapai finis dengan cepat tanpa perlu mengatur ritme lari atau pernafasan. Inilah yang membedakan dengan jenis lari lain seperti pada lari jarak menengah dan lari jarak jauh ataumarathon.

Pada kedua jenis lari tersebut, seorang pelari harus bisa menjaga ritme lari mereka. Sang atlet harus tahu waktu kapan berlari dengan kecepatan sedang dan juga saat berlari dengan kecepatan penuh. Di sisi lain, pelari harus pula mampu mengatur pernafasan mereka agar stamina yang ada bisa digunakan untuk menyelesaikan seluruhperlombaan lari.

Untuk lari jarak pendek sendiri memiliki beberapa nomor yang biasa dipertandingkan. Jarak yang biasa dilombakan terdiri menjadi lima jenis. Yaitu untuk jarak 50 meter, 60 meter, 100 meter, 200 meter serta 400 meter. Namun pada saat ini yang paling sering dilombakan pada berbagai ajang kejuaraan resmi hanyalah tiga nomor terakhir saja. Sementara untuk nomor 50 dan 60 meter, biasanya hanya digunakan untuk perlombaan amatir saja.

Lari 100 Meter (Sprint)

Lomba atletik lari jarak pendek 100 meter diselenggarakan di salah satu sisi lintasan atletik outdoor. Nomor ini dianggap nomor paling bergengsi dalam cabang olahraga atletik. Pemegang rekor dunia 100 meter sering disebut “manusia tercepat”.

Demikianlah postingan singkat volimaniak mengenai pengertian lari sprint, semoga bisa menambah wawasan serta pengetahuan kita dalam bidang olahraga khususnya cabang atletik nomor lari. terimakasih, semoga bermanfaat.

Sejarah Perkembangan Kejuaraan Atletik Nomor Lari

Sejarah Perkembangan Kejuaraan Atletik Nomor Lari ~ Atletik merupakan cabang olahraga yang wajib di lakukan oleh semua dunia pendidikan khususnya pada waktu pelajaran penjasorkes. Ateltik tidak memerlukan sarana atau alat yang cukup mahal. karena bisa dilakukan dalam area lapangan yang minimalis dan bisa disesuaikan. jika melihat secara kompleks memang sih yang mahal dalam atletik adalah lapangannya, itupun jika dalam taraf tingkat internasional. dengar-dengar sih dulu pada waktu saya masih kuliah di UNNES. pembangunan untuk lapangan atletik khususnya cabang lari tiap lintasannya seharga 1 milyar, bayangkan saja jika standar lintasannya ada 6 jadi total beli lintasan yang rumput statis itu dah menghabiskan dana 6 milyar. kalu ditambah yang lainnya kurang lebih 7 milyar. 

Dalam dunia atletik mempunyai sejarah yang unik dan memiliki taraf perkembangan yang berbeda dari setiap cabang olahraga. pada kali ini volimaniak ingin membahas sedikit mengenai sejarah perkembangan Atletik khususnya nomor lari . Kejuaraan Dunia Atletik IAAF (bahasa Inggris: IAAF World Championships in Athletics) adalah kompetisi atletik yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IIAF). anda bisa melihat induk organisasi olahraga tingkat nasional dan internasional disini.
http://volimaniak.blogspot.com/

Kejuaraan dunia atletik pertama kali dilangsungkan di Helsinki pada tahun 1983. Kejuaraan Dunia Atletik pertama berlangsung setelah disetujui Pertemuan Dewan IAAF di Puerto Rico pada tahun 1976. Walaupun demikian, ide mengadakan kejuaraan dunia untuk olahraga atletik mulai ada sejak tahun 1960-an. Pada waktu itu, negara-negara anggota IAAF tidak sependapat lagi dengan keputusan IAAF tahun1913 yang menyamakan Olimpiade Musim Panas dengan kejuaraan dunia atletik.

Setelah kota Stuttgart, Jerman Barat dan Helsinki, Finlandia mencalonkan diri, Dewan IAAF memutuskan Helsinki sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan dunia yang pertama. Kejuaraan dilangsungkan di Stadion Olimpiade Helsinki, tempat Olimpiade Helsinki 1952 dilangsungkan.

Atlet dan jumlah negara peserta terus bertambah setiap kali kejuaraan dilangsungkan. Kejuaraan Dunia Atletik yang pertama pada tahun 1983 hanya diikuti 1.300 atlet dari 154 negara, sedangkan pada tahun 2003 diikuti 1.907 atlet dari 203 negara.

Daftar berikut ini dari Sejarah Kejuaraan Dunia Atletik IAAF
Ke
Tahun
Kota
Negara
Tanggal
Stadion
Jumlah
nomor
Jumlah
atlet
1
1983
Helsinki
Finlandia
7 Agustus – 14 Agustus 1983
Olympiastadion
41
1.355
2
1987
Roma
Italia
28 Agustus – 6 September 1987
Stadion Olimpico
43
1.451
3
1991
Tokyo
Jepang
23 Agustus – 11 September 1991
Stadion Olimpiade Tokyo
43
1.517
4
1993
Stuttgart
Jerman
13 Agustus – 22 Agustus 1993
Stadion Gottlieb-Daimler
44
1.689
5
1995
Gothenburg
Swedia
5 Agustus – 13 Agustus 1995
Ullevi
44
1.804
6
1997
Athena
Yunani
1 Agustus – 10 Agustus 1997
Stadion Olimpiade Athena
44
1.882
7
1999
Sevilla
Spanyol
20 Agustus – 29 Agustus 1999
Stadion Olimpiade Sevilla
46
1.821
8
2001
Edmonton
Kanada
3 Agustus – 21 Agustus 2001
Stadion Persemakmuran
46
1.677
9
2003
Saint-Denis
Perancis
23 Agustus – 31 Agustus 2003
Stade de France
46
1.679
10
2005
Helsinki
Finlandia
6 Agustus – 14 Agustus 2005
Olympiastadion
47
1,688
11
2007
Osaka
Jepang
24 Agustus – 2 September 2007
Stadion Nagai
47
1.981
12
2009
Berlin
Jerman
15 Agustus – 23 Agustus 2009
Olympiastadion
13
2011
Daegu
Korea Selatan
2011
Stadion Piala Dunia
14
2013
Moskwa
Rusia
2013
Stadion Luzhniki

Demikian yang bisa volimaniak sampaikan pada postingan kali ini. untuk pengembangan serta pembelajaran mengenai atletik khususnya cabang lari tunggu ya postingan berikutnya. terimakasih. semoga bermanfaat.

Labels