English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean

Showing posts with label Microsoft Powerpoint 2007. Show all posts
Showing posts with label Microsoft Powerpoint 2007. Show all posts

Saturday, February 23, 2013

Mengatur dan Menggunakan Tombol pada Message Box

Sampai sejauh ini kita menggunakan perintah MsgBox untuk menampilkan suatu kotak pesan pada layar. Ini adalah pemakaian utamanya. Namun demikian kita bisa berbuat lebih banyak lagi dengan MsgBox karena ternyata perintah ini bisa menampilkan beberapa kombinasi tombol yang berbeda. Jika anda tidak mengatakan tombol manakah yang akan digunakan, maka tombol yang dipakai adalah tombol OK. Berikut tabel yang menunjukkan kombinasi tombol yang berbeda-beda pada perintah MsgBox.

TombolKonstanta
OKvbOK
OK, CancelvbOKCancel
Abort, Retry, IgnorevbAbortRetryIgnore
Yes, No, CancelvbYesNoCancel
Yes, NovbYesNo
Retry, CancelvbRetryCancel

Sebagai contoh, kita dapat menggunakan MsgBox untuk mengkonfirmasi suatu masukan yang diberikan oleh pengguna. Misalnya menanyakan apakah peserta sudah yakin dengan pilihannya dalam menjawab soal.

  • Mula-mula kita siapkan dulu subroutine untuk apabila pengguna memilih item jawaban benar, dan subroutine untuk apabila pengguna memilih item jawaban salah ketika menjawab soal. Sebut saja kedua subroutine itu sebagai JawabBenar dan JawabSalah.
Mendefinisikan Dua Subroutine Baru
  • Kemudian, didalam setiap subroutine tersebut diatas kita masukkan message box untuk mengkonfirmasi  jawaban yang telah diberikan. Untuk keperluan ini kita memakai message box dengan tombol Yes dan No.
Kode untuk Message Box dengan Tombol Yes-No
Sekarang, kedua subroutine diatas dapat disisipkan kedalam obyek-obyek pada slide. Pada contoh dibawah, subroutine JawabBenar disisipkan kedalam obyek E, sedangkan subroutine JawabSalah disisipkan ke obyek A, B, C dan D. (Baca kembali tulisan saya mengenai cara menyisipkan macro kedalam sebuah obyek disini).


Contoh hasilnya seperti berikut:



Tapi permasalahan belum selesai disini, karena kita perlu tindak lanjut atas konfirmasi yang diberikan oleh pengguna melalui message box diatas.

Bersambung . . .


Sunday, February 17, 2013

Menyimpan File PowerPoint dan Macro Didalamnya

Ketika anda membuat sebuah file Presentasi PowerPoint yang ada macro didalamnya, maka pada saat melakukan penyimpanan sebuah dialog konfirmasi akan diperlihatkan.

Dialog Konfirmasi Enable Macro
Dialog konfirmasi diatas menjelaskan bahwa presentasi dengan macro didalamnya tidak bisa disimpan sebagai file presentasi biasa. Jika anda jawab YES, maka presentasi akan tersimpan sebagai file presentasi biasa tanpa macro didalamnya. Hal itu berarti bahwa seluruh kode VBA yang telah anda tulis akan lenyap tak tersimpan!

Jika anda jawab NO, maka anda harus menyimpan file presentasi yang membolehkan macro.

PowerPoint Macro-Enabled Presentation
Untuk Save as type, tentukan pilihan pada PowerPoint Macro-Enabled Presentation. Setelah itu klik Save. Presentasi anda sudah tersimpan bersama dengan macro didalamnya. Sekarang, tutup terlebih dahulu aplikasi PowerPoint dan kemudian bukalah kembali file presentasi anda.

Bersambung . . . .



Perpindahan Antar Slide Melalui Kode VBA

Posting ini lanjutan dari tulisan saya sebelumnya mengenai Pengantar keVisual Basic Application for PowerPoint. Barangkali satu pertanyaan muncul, bagaimana cara melakukan perindahan dari satu slide ke slide lainnya melalui kode Visual Basic?

Fitur tradisional PowerPoint memungkinkan kita melakukan perpindahan antar slide dengan memakai hyperlink dan action buttons. Sekarang, akan kita coba melakukan perpindahan antar slide tersebut melalui pemrograman. Berikut kode yang diperlukan:

Kode Visual BasicDeskripsi
 ActivePresentation.SlideShowWindows.View.NextMenuju ke slide berikutnya
 ActivePresentation.SlideShowWindows.View.PreviousMenuju ke slide sebelumnya
 ActivePresentation.SlideShowWindows.View.FisrtMenuju ke slide pertama
 ActivePresentation.SlideShowWindows.View.LastMenuju ke slide terakhir
 ActivePresentation.SlideShowWindows.View.GotoSlide (4) Menuju ke slide 4
 ActivePresentation.SlideShowWindows.View.ExitKeluar dari tayangan slide

Masih ingat contoh latihan pada tulisan saya sebelumnya, bukan? Nah, kita akan melanjutkannya disini. Bila terjadi klik OK pada message box, maka presentasi akan berpindah ke tayangan slide berikutnya.

Kode VB untuk Berpindah ke Slide Berikutnya
Sekarang, siapkan atau buatlah slide kedua.

Contoh Slide Soal
Nah, cobalah untuk menjalankan presentasi anda. Bagaimanakah hasilnya?

Bersambung . . . .

Thursday, December 20, 2012

Mengenal Fitur Tradisional Multimedia PowerPoint

Banyak orang, bahkan para pengguna PowerPoint yang sudah lama, tidak menyadari banyak fitur multimedia dan interaktif PowerPoint. Kali ini saya akan uraikan secara singkat mengenai fitur-fitur multimedia dan interaktif yang tidak membutuhkan pemrograman. Kita akan pelajari unsur-unsur multimedia seperti gambar dan suara, unsur-unsur interaktif seperti hyperlink dan action buttons, serta pengaturan navigasi dengan mode Kiosk.

Penyisipan Gambar

Menyisipkan file gambar (picture) kedalam sebuah presentasi bukanlah pekerjaan sulit bagi anda yang sudah terbiasa bekerja dengan paket aplikasi Microsoft Office, karenanya saya tidak akan menjelaskan cara tersebut melainkan sesuatu yang ada dibalik itu. Ketika anda menyisipkan sebuah gambar (picture) umumnya akan tersematkan (embedded) didalam presentasi PowerPoint. Jadi, gambar itu menjadi bagian dari PowerPoint, tak peduli apapun yang terjadi kemudian dengan gambar aslinya. Powerpoint mengenali banyak jenis file gambar antara lain Graphic Interchange Format (.GIF), Join Photographic Expert Group (.JPEG atau .JPG), Tag Image File Format (.TIF atau TIFF) serta bitmap (.BMP) dan sebagainya.

Penyisipan Suara

Seperti halnya gambar, PowerPoint juga dapat menyertakan file suara dalam cakupan format yang luas. Anda bisa sisipkan suara dari sebuah file, sound clip organizer, Audio CD track serta rekaman suara buatan sendiri.

Linking dan Embedding File Suara

Ketika anda menyisipkan unsur multimedia dalam PowerPoint, unsur tersebut akan tersematkan (embedded) kedalam presentasi PowerPoint. Itu artinya mereka akan menjadi bagian dari file presentasi PowerPoint. Umumnya gambar tersematkan (embedded) dalam presentasi. Hal itu berarti bahwa setelah penyematan maka file gambar aslinya sudah tidak dibutuhkan lagi. Jika anda menyisipkan file movie kedalam PowerPoint, mereka hanya akan tertautkan (linking) dan tidak menjadi bagian dari file presentasi. Jadi, bila file movie tidak ada lagi ditempat (hilang, terhapus atau dipindahkan) maka movie didalam presentasi tidak bisa lagi dimainkan.

Bagaimana halnya dengan file suara? Kadang-kadang file suara tersematkan (embedded), tapi kadang pula tertautkan (linked). Hal itu bergantung kepada jenis dan ukuran dari file suara yang bersangkutan. File suara berjenis Audio Format (.AU), Audio Interchange Format (.AIF atau .AIFF) serta Musical Instrument Digital Interface (.MID atau .MIDI) selalu tertautkan (linked). Jenis suara Waveform Audio (.WAV) bisa tertautkan, bisa pula tersematkan bergantung kepada ukuran filenya.

File suara berformat WAV yang ukuran filenya lebih besar daripada nilai setting "Link sounds with file size greater than" akan tertautkan, namun jika lebih kecil daripada nilai setelan itu akan tersematkan. Anda bisa memeriksa nilai setting ini pada bagian Advanced dari jendela dialog PowerPoint Options.

Tip Aman

Guna menghindari masalah yang mungkin timbul dari file-file tertautkan ini. Sebaiknya buatlah proyek presentasi anda dalam sebuah folder tersendiri. Masukkan pula file-file multimedia yang nantinya akan disertakan pada presentasi kedalam folder tersebut. Lakukan hal ini sebelum melakukan penyisipan file multimedia.

File Suara Saya Linked ataukah Embedded?

Jika anda sudah menyisipkan file suara dan file itu tersematkan (embedded), anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi dimanakah file suara yang asli berada. Namun jika ternyata file suara itu tertautkan, maka anda perlu mengkhawatirkannya. Mengetahui ukuran file, jenis file serta nilai setting pada "Link sounds with file size greater than" akan membantu anda memprediksi apakah file suara anda tertautkan ataukah tersematkan. Anda perlu memeriksa hal tersebut.










Sunday, May 6, 2012

Membangun Interaktivitas dengan Hyperlink

Salah satu kekuatan dari sebuah desain presentasi terletak pada unsur interaktivitas yang dibangun didalamnya. Presentasi tidak hanya menyajikan tayangan slide-per-slide, melainkan memungkinkan pengguna melakukan suatu interaksi sesuai dengan maksud dan tujuan presentasi itu diciptakan. Contoh paling populer adalah penggunaan presentasi Powerpoint sebagai multimedia pembelajaran interaktif di sekolah.

Kata kunci untuk pembicaraan ini adalah hyperlink, dan saya akan memulai pembahasan dari kata kunci itu. Secara sederhana Hyperlink dapat diartikan sebagai teks atau gambar yang memiliki kaitan ke halaman web, alamat email, file lain, ataupun slide didalam file presentasi itu. Dengan demikian, tatkala teks atau gambar itu diklik, maka akan menuju ke tujuan yang dimaksud. Anda bisa memanfaatkan hyperlink untuk membangun interaktivitas didalam presentasi Anda. Mari saya tunjukkan contoh sederhana:
  • Siapkan slide kosong dengan layout "Title and Content".
Menyiapkan Slide
Menyiapkan Slide
  •  Siapkan tombol-tombol navigasi yang diperlukan
Menyiapkan Tombol Navigasi
Menyiapkan Tombol Navigasi
  •  Siapkan Slide-Slide Tujuan (Destination Slide)
Menyiapkan Slide-Slide Tujuan
Menyiapkan Slide-Slide Tujuan
  •  Sisipkan Hyperlink kedalam setiap tombol navigasi
Menyisipkan Hyperlink
Menyisipkan Hyperlink kedalam Setiap Tombol Navigasi
  •  Lakukan penguncian terhadap slide
Melakukan Penguncian Terhadap Slide
Melakukan Penguncian Terhadap Slide
Sekarang, silahkan jalankan presentasi untuk melihat hasilnya!



Standar KompetensiMenggunakan perangkat lunak pembuat presentasi
Kompetensi DasarMembuat presentasi teks dengan variasi tabel, grafik, gambar serta diagram

Labels