English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, September 14, 2014

Contoh Pembelajaran Melakukan Latihan Keseimbangan

Contoh Pembelajaran melakukan latihan keseimbangan ~ Menyikapi pembelajaran penjasorkes kurikulum 2013 ini tentunya kita tidak lepas untuk menguasai materi dan membutuhkan berbagai referensi untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan juga menambah kualitas kita sebagai pendidik.

Seorang guru di tuntut lebih kreatif dalam berbagai hal dan juga selalu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih aktif dan membuat suasana pembelajaran itu lebih menyenangkan. Pada kesempatan kali ini volimaniak ingin berbagi sedikit mengenai contoh Pembelajaran melakukan latihan keseimbangan (sikap melayang, berjalan pada garis lurus sambil berjalan menggunakan ujung kaki ). yuk langsung saja berikut uraiannya :

Contoh Pembelajaran melakukan latihan keseimbangan adalah sebagai berikut :

a. Sikap melayang
  1. Berdiri dengan kedua kaki dan dibuka selebar bahu.
  2. Kedua lengan lurus di samping badan.
    http://volimaniak.blogspot.com/
  3. Luruskan salah satu kaki ke belakang bersamaan berat badan dibawa ke depan dan kedua lengan direntangkan ke samping hingga posisi kaki, punggung dan tangan sejajar, setiap gerakan dilakukan 8 kali hitungan (3-5 detik), dilakukan dengan kaki kanan dan kiri.
  4. Lakukan berulang-ulang (1-4 kali),dilakukan secara perorangan,berpasangan atau kelompok. Untukmenanamkan nilai tanggung jawab,kerjasama dan sportifitas.
 b. Berjalan pada garis lurus
  1. Langkah biasa dan kedua lengan di samping badan, sepanjang garis sejauh 7-10 meter.
  2. Dilakukan secara perorangan, berpasangan atau kelompok.
    http://volimaniak.blogspot.com/
  3. Untuk menanamkan nilai tanggung jawab,kerjasama dan sportifitas.
c. Berjalan pada garis lurus kedua kaki jinjit
  1. Dilakukan secara perorangan, berpasangan atau kelompok.
    http://volimaniak.blogspot.com/
  2. Untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kerjasama dan sportifitas
Demikian yang bisa Volimaniak share mengenai Pembelajaran melakukan latihan keseimbangan semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya. terimakasih

Wednesday, September 10, 2014

Kriteria Teknik Penilaian Pada Kurikulum 2013

Kriteria Teknik Penilaian Pada Kurikulum 2013 ~ Penilaian oleh pendidik merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian kompetensi peserta didik, pengolahan, dan pemanfaatan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian tersebut dilakukan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian projek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri. 

Penilaian pencapaian kompetensi baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Pencapaian kompetensi seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya dan tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh pendidik tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan. 
http://volimaniak.blogspot.com/

Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupanpenilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses. 

Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:

a. Penilaian kompetensi sikap

Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
  1. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. 
  2. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. 
  3. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik. 
  4. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. 
b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
  1. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. 
  2. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan. 
  3. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
c. Penilaian Kompetensi Keterampilan

Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
  1. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
  2. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. 
Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

Demikian yang bisa volimaniak share pada kesempatan kali ini mengenai beberapa kriteria penilaian Pada Kurikulum 2013, semoga pendidikan di indonesia semakin maju dan berkembang dengan adanya kurikulum 2013 ini. dan bagi anda para pendidik serta siswa bisa lebih aktif dalam pembelajaran sehingga terbentuklah kreatifitas dan pencapaian tujuan pembalajaran sesuai yang di inginkan. terimakasih

Tuesday, September 9, 2014

Karakterisitik Yang Terbentuk Dalam Pembelajaran Penjasorkes

Karakterisitik Yang Terbentuk Dalam Pembelajaran Penjasorkes ~ Pembelajaran merupakan proses yang interaktif antara guru dengan peserta  didik. Pembelajaran melibatkan multi pendekatan dengan menggunakan  teknologi yang akan membantu memecahkan permasalahan faktual/ riil di dalam kelas. Ada tiga komponen dalam definisi pembelajaran,  yaitu: pertama, pembelajaran adalah suatu proses, bukan sebuah  produk, sehingga nilai tes dan tugas adalah ukuran pembelajaran, tetapi bukan proses pembelajaran. 

Kedua, pembelajaran adalah perubahan dalam pengetahuan, keyakinan, perilaku/sikap. Perubahan ini memerlukan waktu, terutama ketika pembentukan keyakinan, perilaku dan sikap.Guru tidak boleh menafsirkan kekurangan peserta didik dalam pemahaman sebagai kekurangan dalam pembelajaran, karena mereka memerlukan waktu untuk mengalami perubahan. Ketiga, Pembelajaran ukan sesuatu yang dilakukan kepada peserta didik, tetapi sesuatu yang mereka kerjakan sendiri. Kualitas pembelajaran PJOK dipengaruhi oleh empat komponen: peluang untuk belajar, konten yang sesuai, intruksi yang tepat, serta penilaian peserta didik dan pembelajaran.
http://volimaniak.blogspot.com/


Pendidikan Jasmani mengandung makna pendidikan menggunakan aktivitas jasmani untuk menghasilkan peningkatan secara menyeluruh terhadap kualitas fisik, mental, dan emosional peserta didik. Kata aktivitas jasmani mengandung makna pembelajaran adalah berbasis aktivitas fisik. Kata olahraga mengandung makna aktivitas jasmani yang dilakukan dengan tujuan untuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot-otot tubuh. Kegiatan ini dapat dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur, menyenangkan atau juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi. 

Sementara kualitas fisik, mental dan emosional disini bermakna, pembelajaran PJOK membuat peserta didik memiliki kesehatan yang baik, kemampuan fisik, memiliki pemahaman yang benar, memiliki sikap yang baik tentang aktifitas fisik, sehingga sepanjang hidupnya mereka akan memiliki gaya hidup sehat dan aktif.

Berdasarkan uraian tersebut, secara substansi PJOK mengandung aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan. Dimana tujuan utama PJOK adalah meningkatkan life-long physical activity dan mendorong perkembangan fisik, psikologis dan sosial peserta didik. Jika ditelaah lebih lanjut, tujuan ini mendorong perkembangan motivasi diri untuk melakukan aktivitas fisik, memperkuat konsep diri, belajar bertanggung jawab dan keterampian kerjasama. Peserta didik akan belajar mandiri, mengambil keputusan dalam proses pembelajaran, belajar bertanggung jawab dengan diri dan orang lain. Dan proses menuju memiliki rasa tanggung jawab ini setahap demi setahap beralih dari guru kepada peserta didik.

Demikian yang bisa volimaniak share pada kesempatan kali ini, mengenai dunia pendidikan khususnya karakteristik yang terbentuk dari pembelajaran penjasorkes,,semoga bermanfaat,terimakasih

Kurikulum 2013 Menekankan Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah (Scientific)

Kurikulum 2013 Menekankan Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah (Scientific) ~ Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang pendidikan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach). Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge).

Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘’mengapa’’. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘’bagaimana’’.  Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materiajar agar peserta didik tahu tentang ‘apa’. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan  untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensii sikap, keterampilan dan pengetahuan.

http://volimaniak.blogspot.com/

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan untuk semua mata pelajaran. 

Pendekatan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pendekatan ilmiah apabila memenuhi 7 (tujuh) kriteria pembelajaran berikut; 

  1. Pertama, materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira- kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. 
  2. Kedua, penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru siswa terbebas dari prasangka yang serta merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alurberpikir logis. 
  3. Ketiga, mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, danmengaplikasikan materi pembelajaran.
  4. Keempat, mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan sama laindari materi pembalajaran. 
  5. Kelima, mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional danobjektif dalam merespon materi pembelajaran. 
  6. Keenam, berbasis pada konsep,teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan. 
  7. Ketujuh, tujuanpembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
Pendekatan ilmiah dalam pembelajaran meliputi antara lain:

a. Mengamati 
Dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti menentukan objek apa yang akan diobservasi, membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi, menentukan secara jelas data apa yang perlu diobservasi baik primer maupun sekunder, menentukan/letak objekyang akandiobservasi, menentukan secara jelasbagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar, menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi seperti menggunakan buku catatan-kamera-tape recorder-video perekam dan alat tulis lainnya.
b. Menanya
Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu pesertadidiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.

Kriteria pertanyaan yang baik adalah singkat dan jelas, menginspirasi jawaban, memiliki fokus, bersifat probing atau divergen, bersifat validatif atau penguatan, memberikan kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang, merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif dan merangsang proses interaksi.

c. Mencoba. 
Dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata antara lain: 
  1. Menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum, 
  2. Mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan, 
  3. Mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil eksperimen sebelumnya, 
  4. Melakukan dan mengamati percobaan, 
  5. Mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data, 
  6. Menarik simpulan atas hasil percobaan; dan 
  7. Membuat laporan.

d. Menalar
Istilah menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Terdapat dua cara menalar, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Penalaran induktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari fenomena atau atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum.

Jadi, menalar secara induktif adalah proses penarikan simpulan dari kasus-kasus yang berisifat nyata secara individual atau spesifik menjadi simpulan yang bersifat umum. Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau pengamatan empirik. Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. Pola penalaran deduktif dikenal dengan pola silogisme (kategorial, hipotesis dan alternatif).

e. Komunikasi 
yaitu: mengkomunikasikan hasil percobaan.
Demikian yang bisa Volimaniak share pada kesempatan kali ini mengenai kurikulum 2013 yaitu pada dasarnya pada kurikulum 2013 ini pada kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pendekatan ilmiah (scientifiec), dengan tujuan untuk meningkatkan interaksi antar guru dan peserta didik serta meningkatkan kreatifitas anak serta aktif dalam setiap pembelajaran. Untuk jenis atau macam-macam pendekatan pembelajaran silahkan klik disini.
Terimakasih

Saturday, September 6, 2014

Macam-Macam Metode Mengajar

Macam-Macam Metode Mengajar ~ Dalam kegiatan proses belajar mengajar seorang guru mempunyai beberapa metode mengajar yang berbeda, sering kita perhatikan ketika kita duduk dibangku SMP atau SMA yang menilai dari beberapa guru yang mengajar dengan berbagai gaya. kadang kita merasa guru itu cocok dan enak ketika mendengarkan. kadang ada juga guru ketika menerangkan membuat kita ngantuk. mengingat pengalaman itu sebenarnya dalam metode pengajaran atau pembelajaran bisa di bagi menjadi beberapa bagian. sebentar lagi akan volimaniak sampaikan. 

Tugas utama seorang guru sebenarnya tidak hanya mengajar saja, tetapi tugas terberat adalah mendidik, banyak guru yang hanya bisa mengajar tapi tidak bisa mendidik. dalam dunia pendidikan mendidik sebenarnya hal yang terpenting, apalagi sekarang kurikulum sudah beralih ke kurikulum 2013. banyak sekali beberapa metode atau alternatif kriteria penilaian yang tujuan utamanya adalah agar siswa aktif dan pembelajaran bisa berjalan dengan kondusif, 
http://volimaniak.blogspot.com/

Tidak usah lama-lama volimaniak akan berbagi kepada anda semua mengenai macam-macm metode pembelajaran atau mengajar. yang mungkin bisa bapak/ibu guru praktekkan dalam proses KBM. silahkan anda bisa memilih sesuai dengan karakter dan yang kira-kira cocok dan mampu anda lakukan. 

1. Metode pembelajaran Ceramah
Metode  pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. 
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251). 
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.

Kelebihan Metode Demonstrasi :
  1. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
  2. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
  3. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

Kelemahan metode Demonstrasi :
  1. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
  2. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
  3. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.

4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
  1. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
  2. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
  3. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

5. Metode Resitasi

Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.

Kelebihan Metode Resitasi adalah :
  1. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
  2. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.

Kelemahan Metode Resitasi adalah :
  1. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
  2. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
  3. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.

7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.

8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.

9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut

10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.

11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan. 
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.

12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya

14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.
Demikianlah yang bisa volimaniak sampaikan mengenai beberapa macam metode pengajaran. semoga bisa bermanfaat bagi anda yang membutuhkan. terimakasih 

Jenis Penilaian Dalam Pembelajaran

Jenis Penilaian Dalam Pembelajaran ~ Pengajaran dan pembelajaran yang efektif adalah jika dilakukan evaluasi, dimulai sejak kegiatan di awal hingga akhir tahun ajaran. Dalam evaluasi dilakukan penilaian terhadap kemajuan peserta didik, untuk melihat apakah pengalaman belajar yang direncanakan tercapai. Penilaian meliputi tiga aspek utama yaitu afektif (sikap dan  perilaku), psikomotor (keterampilan motorik dan kebugaran) serta pengetahuan.  Beberapa teknik untuk melakukan penilaian adalah: pengamatan, tes tulis, tes unjuk  gerak. Seluruh hasil penilaian dicatat dan dilaporkan kepada sekolah dan orangtua.

Saat ini, dalam pendidikan dikembangkan Penilaian autentik, yaitu penilaian atas hasil belajar melalui unjuk keterampilan dan kompetensi tertentu, untuk menunjukkan penguasaan atas ilmu dan keterampilan (Richard J. Stiggins;1987) menggeser metode penilaian tradisional yang menggunakan tes tulis (pilihan ganda, mengisi bagian pernyataan yang kosong, benar-salah, mencocokkan) yang selama ini digunakan. Lima perbedaan mendasar dari penilaian otentik dan tradisional adalah :
http://volimaniak.blogspot.com/
  1. penilaian autentik melalui unjuk kerja, sedangkan tradisional melalui bagaimana respon peserta didik.
  2. Penilaian autentik berdasarkan pendekatan pada kehidupan nyata, bukan diciptakan seperti dalam penilaian tradisional.
  3. Penilaian autentik adalah melalui aplikasi bukan hanya mengenali.
  4. Penilaian autentik digunakan untuk menilai aspek spiritual dan sosial; pengetahuan dan keterampilan.
  5. penilaian trasdional adalah teacher-structured, dan student-structured pada penilaian autentik.
  6. Penilaian autentik dilakukan seketika, penilaian tradisional tidak langsung dilakukan
Penilaian autentik memiliki 3 komponen, yaitu: standar, portofolio, serta tugas dan rubrik. Standar adalah capaian yang dapat diobservasi dan terukur. yaitu Kompetensi inti, Kompetensi dasar dan indikator yang harus dipahami dan mampu dilakukan oleh peserta didik. 

Tugas yang diberikan kepada peserta didik dirancang untuk dapat menilai kemampuan dan kompetensi peserta didik dalam mengaplikasikan kemampuan dan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan nyata. Rubrik adalah skala penilaian/skor yang digunakan untuk menilai unjuk kerja peserta didik berdasarkan kriteria tugas yang diberikan. Penilaian autentik menggunakan skala pengukuran, yang disesuaikan dengan capaian kriteria/ indikator oleh peserta didik

Sunday, August 31, 2014

Jenis Pendekatan Pembelajaran

Jenis Pendekatan Pembelajaran ~ Guru harus selalu menelaah gaya mengajar dan membuat analisis pembelajaran untuk memilih gaya mengajar yang sesuai. Selain itu, guru juga harus mengenal pembelajaran gerak. Pembelajaran adalah perubahan yang relatif menetap sebagai hasil dari latihan atau pengalaman. Dimensi dalam pembelajaran gerak adalah : pembelajaran gerak harus dapat merangsang peserta didik untuk berpikir, pembelajaran dipengaruhi persepsi peserta didik tentang situasi pembelajaran, mengajar bukan hanya transfer ilmu, peserta didik perlu belajar bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan tentang gerak dalam berbagai cara, peserta didik harus terlibat dalam seluruh pembelajaran, peserta didik melakukan gerak sesuai batas kemampuannya, kepemimpinan adalah faktor penting dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran, guru harus dapat menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai,

Berkaitan mengenai pendidikan serta untuk bisa melakukan kegiatan pembelajaran yang baik seorang guru harus melakukan beberapa pendekatan pembelajaran, kali ini volimaniak akan memberikan gambaran jenis pendekatan pembelajaran. berikut keterangannya :
http://volimaniak.blogspot.com/

Jenis Pendekatan Pembelajaran adalah : 
1. Inclusive (cakupan), 
Iclusive atau cakupan adalah peserta didik dengan berbagai tingkat keterampilan berpartisipasi dalam tugas yang sama dengan memilih tingkat kesulitan di mana mereka dapat melakukan. Contoh : Lompat tinggi mistar miring, peserta didik yang sudah mampu melompat dengan baik, maka ia melakukan pada mistar yang tinggi, yang kemampuannya sedang melompat pada mistar tengah- tengahnya, sedangkan yang masih belum mampu melompat pada mistar yang rendah.
2. Whole, Part dan Whole–Part-Whole (keseluruhan, perbagian) 
Whole, Part dan Whole–Part-Whole (keseluruhan, perbagian) adalah pendekatan pembelajaran dengan memberikan keseluruhan atau bagian per bagian. Keseluruhan, jika keterampilan gerak harus diajarkan secara keseluruhan, sehingga peserta didik dapat memahami gerakan secara keseluruhan, misalnya ketika mengajarkan lompat tinggi, maka harus diberikan secara keseluruhan. Perbagian jika tingkat kesulitan gerak tinggi dan harus diberikan perbagian, dan kemudian bagian-bagian gerakkan digabungkan untuk dilakukan secara keseluruhan.
3. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual 
Pendekatan Pembelajaran Kontekstual adalah pedekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memproses informasi baru atau pengetahuan sedemikian rupa sehingga masuk akal untuk mereka dalam bingkai mereka sendiri.
4. Pendekatan Scientific 
Pendekatan Scientific adalah pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan penyelidikan ilmiah dengan observasi, eksperimen dan mengembangkan pengetahuannya sendiri dengan dipandu oleh guru.

Demikian yang bisa volimaniak mengenai pendidikan yaitu kegiatan proses pembelajaran melalui beberapa pendekatan. setelah anda mengetahui jenis pendekatan pembelajaran, diharapkan proses pembelajaran akan lebih variatif serta tercapai tujuan utama kegiatan belajar mengajar tersebut, semoga bermanfaat.terimakasih

Macam-Macam Gaya/Cara Mengajar Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Macam-Macam Gaya/Cara Mengajar Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan ~ Dalam merencanakan strategi yang tepat, maka guru harus mengetahui kemampuan peserta didik dan memilih metode pembelajaran yang akan digunakan. sebagai strategi pembelajaran. Pembelajaran dalam PJOK, menggunakan gaya mengajar yang dikembangkan oleh Mosston (1986). Mosston menggunakan STS (spectrum of teaching style), dimana spektrum tersebut berada di antara serangkaian gaya, dari gaya mengajar berpusat pada guru hingga gaya mengajar berpusat pada peserta didik.

Volimaniak ingin berbagi sedikit pengetahuan dalam dunia pendidikan, sudah tahukan anda beberapa cara mengajar yang baik, serta gaya mengajar yang bisa sesuai dengan peserta didik. Berikut volimaniak bagikan beberapa macam gaya mengajar. tujuan utama penerapan gaya mengajar tak lain adalah untuk memberikan pengetahuan ke anak agar mudah dipelajari serta tujuan dari inti materi bisa terlaksanakan. serta tujuan umumnya adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Gaya Pendidikan dibawah ini juga bisa anda terapkan dalam pembelajaran kurikulum sekarang yaitu kurikulum 2013.
http://volimaniak.blogspot.com/

1. Gaya Mengajar Komando 
Guru memberi demonstrasi dan penjelasan, kemudian seluruh peserta didik melakukan gerakan beberapa kali, dengan arahan guru.
2. Gaya Mengajar Latihan
Guru memberi demonstrasi dan penjelasan, dilakukan dalam beberapa tahap sehingga peserta didik paham, kemudian peserta didik melakukan, dan guru berada di antara mereka untuk memperbaiki.
3. Gaya Mengajar Resiprokal 
Guru mempersiapkan lembar tugas gerak yang harus dilakukan peserta didik, guru memberi demonstrasi dan penjelasan serta klarifikasi lembar tugas resiprokal. Peserta didik melakukan dan temannya mengamati lalu mengisi lembar pengamatan secara bergantian. Guru berada di antara peserta didik untuk membetulkan kesalahan dan membantu dalam pengamatan jika diperlukan.
4. Gaya Mengajar Penugasan
Dalam gaya mengajar ini, guru menentukan tugas dan peserta didik diberi kesempatan untuk membuat keputusan apa yang akan mereka lakukan. Tugas dibagi dalam beberapa level. Pada level pertama, seluruh peserta didik melakukan tugas yang sama, dengan tahap yang mereka mampu. Pada level kedua, setiap peserta didik melakukan tugas sesuai dengan capaian pada level pertama. Pada level selanjutnya, peserta didik menerima serangkaian tugas yang mereka bertanggungjawab untuk menyelesaikannya. Guru menyediakan sumber informasi, tetapi peserta didik harus memperkaya dengan sumber-sumber lain yang sesuai.
5. Gaya Mengajar Penemuan Terpimpin
Dalam gaya mengajar ini, guru memberikan tugas melakukan gerak, dan peserta didik diberi kebebasan untuk bagaimana melakukan gerak. Misalnya: guru memberi arahan “Berdiri dalam posisi siap dan melompat sejauh mungkin di atas matras” maka peserta didik akan melakukannya dengan berbagai cara.
6. Gaya Mengajar Pemecahan Masalah
Gaya ini hampir sama dengan penemuan terpimpin, jika pada gaya penemuan terpimpin, peserta didik diarahkan untuk menemukan jawaban yang sama, dalam gaya pemecahan masalah, peserta didik dapat memberikan jawaban yang berbeda. Misalnya guru memberikan masalah “bagaimana caranya supaya kita dapat mendarat dengan aman dan sejauh mungkin dari posisi sebelum melompat?”
7. Gaya Mengajar Eksplorasi 
Gaya mengajar yang berpusat pada siswa, guru memberikan tugas gerak yang memungkinkan peserta didik untuk bergerak bebas melakukan tugas sesuai yang mereka inginkan. Guru hanya memberi sedikit arahan. Gaya ini dapat dipergunakan untuk mengenalkan suatu konsep, peralatan yang baru dikenal, atau untuk mengetahui apakah peserta didik menyukai tugas gerak. Misalnya: “Temukan berapa gerakan menendang bola yang bisa dilakukan?”

Demikian yang bisa volimaniak bagikan, semoga bisa bermanfaat bagi anda yang membutuhkan.terimakasih

Saturday, July 12, 2014

Peranan Teknologi Modern Untuk Meningkatkan Pendidikan

Memasuki abad Tekologi Informasi dan Komunikasi sekarang ini sangat dirasakan kebutuhan akan pentingnya peningkatan kualitas Pembelajaran. Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran kita dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Terutama penerapan high tech dan high touch approach. System teknologi informasi dalam pendidikan member jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efisien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan sengan perkembangan teori komunikasi dan teknologi yang menunjang terhadap praktek kegiatam pembelajaran. Pembelajaran berbaris multimedia seperti : pembelajaran berbaris kompoter (PBK), pembelajaran berbaris web (e-learning), pembelajaran berbantukan computer (CAI), pembelajaran berbaris AVA merupakan bentuk pemanfaatan TIK yang perlu dilaksanakan dalam dunia pendidikan dewasa ini.

Perkembangan Teknologi Pembelajaran (TIK) telah memberikan konstribusi terhadap terjadinya revolusi dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Recolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika digunakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio dan televise untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima, seperti saat ini, dengan dimanfaatkannya Teknologi Informasi dan Komuniksi, khususnya computer dan internet untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

PERANAN TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS
Peranan teknologi pembelajaran sebagi suatu bidang dan profesi, yang tentunya perlu didukung oeh landasan teori dan praktek yang kokoh juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasn bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.

Komponen Teknlogi Pembelajaran, meliputi :
1. Teori dan Praktek

Teori tediri dari konsep, bangunan (konstruk), prinsip dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap khasanah pengetahuan. Sedangkan praktek merupakan penerapan pengetahuan tersebut dalam memecahkan permasalahan. Praktek juga dapat member konstribusi kepada pengetahuan melalui informasi yang didapat dari pengalaman.

http://volimaniak.blogspot.com/2. Disain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan dan Penilaian.

Kawasan disain merupakan sumbangan teoritik terbesar dari teknologi pembelajaran untuk bidang pendidikan yang lebih luas. Demikian pula kawasan pengembangan telah menjadi matang dan memberikan sumbangan terbesar untuk praktek. Sebaliknya, kawasan pemanfaatan secara teoritis maupun praktis masih belum berkembang dengan baik. Meskipun berbgai usaha telah dilakukan dalam bidang pemanfaatan media pembelajaran keadaanya masih tetap saja kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kawasan pengelolaan selalu ada dalam dalam bidang karena sumber untuk menunjang berlangsungnya tiap fungsi harus diorganisasikan dan diawasi (dikelola). Kawasan penilaian masih menggantungkan diri pada penelitian dari bidang lain. Sumbangan utama bidang studi ini adalah evaluasi formatif.

3. Proses dan Sumber

Proses adalah serangkaian operasi atau kegiatan yang diarahkan pada suatu hasil tertentu. Pengertian proses mencakup tata urutann yang terdiri dari masukan, kegiatan dan keluaran. Sedangkan sumber ialah asal yang mendukung terjadinya belajar, termasuk system pelayanan, bahan pembelajran dan seting lingkungan. Sumber belajar tidak terbatashanya bahan dan alat yang digunakan dalam prses pembelajaran, namun juga mencakup tnaga, biaya dan fasilitas. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu setiap orang untuk belajar sehingga mampu menampilkan kompetensinya atau mengaktualisasikan kemampuannya.

4. Untuk Keperluan Belajar

Tujuan teknologi pembelajaran adalah untuk memacu (merangsang) dan memicu (menumbuhkan) belajar. Dalam definisi disebutkan bahwa belajar menyangkut adanya perubahan yang relative permanen pada pengetahuan atau perilaku seseorang karena pengalaman (Meyer, 1982:1040(. Menurut Berlo (1960) unsure-unsur pada proses belajar dengan proses komunikasi sejalan. Pada komunikasi, pesan diolah dan disalurkan yang kemudian diterima dan diberi makna serta disalurkan kembali sebagai umpan balik (feed back) kepada pengirim pesan. Sedangkan pada proses belajar, orang menganggapi, menafsirkan dan merespon terhadap rangsangan dan mengambil pelajaran dari akibat tanggapan tersebut.

Peranan Teknologi pendidikan juga bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses teknologi dan sumber daya secara tepat.

1. Studi dan Etika Praktek
Studi mengacu pada pengumpulan informasi dan analisis melampaui konsep penelitian tradisional. Hal ini dimaksudkan untuk mencakup penelitian kuantitatif dan kualitatif serta bentuk-bentuk lain dari penyedian disiplin seperti teori, analisis pilosofis. Penelitian sejarah, proyek pembangunan, kesalahan analisis, system analisis, dan evaluasi. Selain itu teknologi pendidikan juga sangat memperhatikan standard an prilaku para teknolog pendidikan itu sendiri. Etika kontemporer teknologi pendidikan mewajibkan untuk mempertimbangkan peserta didik, lingkungan untuk belajar, kebutuhan dan “kebaikan” untuk masyarakat ketika mereka mengembangkan praktek-praktek mereka.

2. Memfasilitasi Pembelajran dan Meningkatkan Kinerja

Lingkungan kognitif dan alat-alat teknologi pendidikan membantu merancang dan menggunakan apa yang telah diciptakan untuk membimbing peserta didik, untuk membuat kesempatan belajar yang tersedia, dan untuk membantu peserta didik dalam menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Di mana presentasi, latihan dan praktek secara tepat menekankan, pelajar harus tetap hadir dalam kegiatan/proses pembelajaran dan mengambil makna dari kegiatan tersebut.

Memfasilitasi belajar meliputi tugas merancang/mendesain lingkungan, mengelola sumber belajar serta melengkapi dengan perangkat belajar itu sendiri. Dalam teknologi pendidikan, untuk memperbaiki kinerja paling sering mensyaratkan adanya klaim efektivitas. Efektivitas sering menyiratkan efisiensi, yaitu hasil yang dicapai dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya. Tapi apa yang efisien tergantung apa tujuan yang dituju. Jadi desain bagaimanapun, akan tetap harus direncanakan untuk teradinya kegiatan belajar dengan kerangka waktu tertentu dengan tujuan dalam pikian dan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.

3. Menciptakan, Menggunakan, dan Mengelola Proses Teknologi dan Sumber Daya Secara Tepat

Ada tiga fungsi utama yang merupakan bagian integral konsep teknologi pendidikan, yaitu menciptakan, menggunakan dan mengelola. Fugsi ini hanya dapat dilihat sebagai rangkaian terpisah kegiatan yang mungkin dilakukan oleh orang yang berbeda pada waktu yang berbeda. Mereka juga dapat dilihat sebagai tahapan proses yang lebih besar dari pengembangan instuksional. Pendukung dari pendekatan system pengembangan instruksional akan melangkah lebih jauh untuk menentukan bahwa fungsi-fungsi ini disertai dengan proses evaluasi pada setiap tahap. Pemantauan keputusan dan mengambil tindakan korektif di setiap tahapan adalah atribut penting dari pendekatan system.

Selanjutnya ketiga hal tersebut mengadopsi istilah efektif dan efisien, efektif maksudnya teknologi pendidikan harus tepat guna dan bermanfaat. Sedangkan efisien mencerminkan factor ekonomis yang terkandung dalam teknologi pendidikan yang menunjukan biaya (dari yang termurah hingga yang tertinggi), waktu mulai dari yang terjadwal hingga tanpa jadwal, dari lama hingga yang paling singkat. Efisien berarti pula SDM yang terlibat di dalamnya dioptimalkan peranan dan keprofesiannya dengan baik.

TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN

Teknologi dalam pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting dari teknologi pendidikan. Secara historis, banyak perguruan tinggi yang secara evolusif mengembangkan unit radio visualnya menjadi unit teknologi pendidikan. Dengan cara melakukan pemilihan yang tepat terhadap hardware dan software yang digunakan, sangat memungkinkan untuk meningkatkan efisiensi atau kualisas belajar dalam situasi tertentu. Inilah cikal-bakal dari pengembangan teknologi pendidikan seperti yang akan kita lihat nantinya.
a. Meningkatkan kualitas belajar atau penguasaan materi blajar
b. Mempersingkat waktu yang dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan dalam belajar
c. Meningkatkan kemampuan guru, dalam arti guru dapat lebih memperhatikan siswa satu-persatu dalam julah siswa yang relatif banyak tanpa mengurangi kualitas belajar mengajar.
d. Mengurangi biaya, tanpa mempengaruhi kualitas belajar.

Itulah sedikit dari volimaniak yang bisa saya sampaikan mengenai peranan teknologi dalam dunia pendidikan. alangkah majunya pendidikan di indonesia jika para pendidik bisa menerapkan teknologi dan menggunakan sesuai dengan fungsi dan tujuan utama dari pendidikan. bisa dipastikan pendidikan di indonesia akan lebih maju. Setelah pencapain penggunaan teknologi ini secara tidak langsung akan mencapai kualitas pendidikan yang profesionalisme. dan peningkatan mutu pendidikan di indonesia.
 terimakasih, semoga bermanfaat

Friday, July 11, 2014

Pengertian Mutu Pendidikan

Pengertian mutu pendidikan yang akan saya sampaikan ini adalah merupakan konsep statis yang dapat berkembang seirama dengan tuntutan kebutuhan hasil pendidikan yang berkaitan dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang melekat pada wujud pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Dengan demikian, mutu pendidikan dapat memberi makna kemampuan sekolah dalam pengelolaan secara operasional dan efisien terhadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah, sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma/standar yang berlaku.

Komponen-komponen yang memiliki kaitan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan , antara lain siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, sarana/prasarana, dan proses pembelajaran. Dan secara sederhana tindakan pengelolaan terhadap komponen-komponen tersebut dapat diperlihatkan gambaran mutu pendidikan dengan cara mengenali tanda-tanda operasional berupa :

1. Lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Nilai akhir sebagai salah satu alat ukur terhadap prestasi belajar siswa
3. Prosentasi lulusan yang dicapai semaksimal mungkin oleh sekolah
4. penampilan kemampuan dalam semua komponen pendidikan.

http://volimaniak.blogspot.com/Jadi secara sederhana mutu pendidikan dapat diukur dengan suatu proses memaksimalkan komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah, untuk menjadi relevan dengan tuntutan masyarakat. Sehingga masyarakat sebagai lingkungan yang akan menjadi pengguna lulusan dari sekolah merasa puas dengan kualitas lulusan dari sekolah tersebut. Kualitas yang dimaksud dalam pemahaman ini bukan hanya sekedar jumlah nilai-nilai, melainkan menyangkut norma dan budi pekerti yang dapat diterima dan dipuji oleh masyarakat.

Peningkatan mutu pendidikan secara umum akan bermuara pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Hal ini karena daya ukur keberhasilan pendidikan adalah sejauh mana pencapaian proses pembelajaran terhadap standar ideal yang diharapkan oleh tujuan pendidikan nasional.

Dari peningkatan mutu pendidikan itu fungsi berkelanjutan lainnya adalah untuk mengembangkan kualiatas pendidikan di indonesia. Pemerintah sudah mencanangkan progam profesionalisme untuk mengembangkannya. untuk keberhasilanya masih belum bisa kita lihat. untuk lebih jelas mengenai profesionalisme lihat postingan saya sebelumnya.
terimakasih semoga bermanfaat

Thursday, July 10, 2014

Pengertian Profesionalisme Guru

Banyak dari kita tahu apa itu profesionalisme tetapi kita belum benar-benar paham apa itu sebenarnya profesionalisme. dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi apa itu profesionalisme guru. Profesionalisme adalah sebuatan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Sedangkan yang dimaksud dengan profesionalisme guru adalah sebuah pencerminan sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas kompetensi keguruannya dengan segala upaya dan strategi. Dan senantiasa mengembangkan kemampuan dirinya sesuai dengan tuntutan kemajuan zaman, sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna.

Pengertian Profesionalisme guru adalah merupakan pencerminan prilaku guru yang secara formal harus mendapatkan pengakuan berdasarkan ketentuan yang berlaku baik kaitannya dengan jabatan ataupun latar belakang pendidikan formalnya. Pengakuan itu bisa dinyatakan dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat dan sebagainya, baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi.

Profesionalisme guru memberikan keleluasaan peluang untuk perbaikan dan pengembangan diri yang memungkinkan guru dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin dan memaksimalkan kompetensinya. Ciri keprofesionalan guru dapat ditunjukan oleh lima sikap, yaitu :
1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal.
http://volimaniak.blogspot.com/2. Meningkatkan dan memelihara citra profesi.
3. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilan.
4. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi.
5. Memiliki kebanggan terhadap profesinya.

Secara hukum, profesionalisme guru dapat dimiliki oleh guru yang sudah S1, atau Diploma IV yang memiliki seritifikasi pendidikan , lulus sertifikasi, memiliki sertifikat hasil sertifikasi profesi dan sudah diangkat sebagai tenaga pendidik tertentu baik oleh pemerintah , pemerintah daerah, atau masyarakat. Dan bagi guru yang sudah memenuhi kualifikasi tersebut layak mendapatkan pengakuan bahwa kinerja profesi sebagai pengemban tugas mencerdaskan anak bangsa yang patut diakomodir agar segera disejahterakan kehidupannya, dengan diberikan tunjangan profesi.

Profesionalisme guru tidak mungkin dengan sendirinya dimiliki guru, karena harus terus diupayakan untuk diraih dengan cara dan strategi yang tepat. Selain persyaratan tersebut diatas, guru juga harus terus meningkatkan profesionaliemenya dengan beberapa cara, menurut Karnita, S.Pd (2008 :11) dapat dilakukan dengan:
1. Memberdayakan Gugus dengan KKG, KKKS, KKPS, dan PKG
2. Memberdayakan organisasi profesi guru (PGRI)
3. Lembaga Perguruan Tinggi sebagai pencetak tenaga professional harus melakukan reformasi, reposisi dan merevitalisasi kelembagaannya.
4. Mengitu berbagai penataran, diklat, seminar dan sebagainya.
5. Mengoftimalisasikan sertifikasi guru melalui pengawasan yang ketat dan kontinu terhadap kinerja guru oleh lembaga yang berwenang
6. Meningkatkan partisifasi dalam lomba-lomba kreatifitas guru.
7. Membudayakan sikaf apresiatif terhadap keinginan berprestasi.
8. Berkolaborasi dengan sesame guru, kepala sekolah, dan pengawas
9. Mengembangkan motivasi instrinsik untuk selalu belajar dan belajar lebih baik.
10. Profesionalisme dijadikan penentu pengembangan karir dan prestasi.

 Itulah sedikit pengetahuan tentang profesionaliseme guru semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.Setelah anda megetahui apa itu profesionalisme. silahkan anda baca tujuan utama dari profesionalisme guru untuk pendidikan itu seperti apa. terimakasih

Tujuan Utama Profesionalisme Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Sobat Pendidik semua pasti sudah mengenal apa itu profesionalisme guru. Sebenarnya Diadakannya progam profesionalis ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di dunia pendidikan indonesia. Tetapi mungkin adakalanya kita sebagai pendidik kurang begitu memahami dunia pendidikan sebenarnya seperti apa? dengan perubahan berbagai kurikulum apakah sudah meningkatkan mutu pendidikan di indonesia atau belum?. Untuk itu kita sebagai pendidik harus benar-benar memahami makna pendidikan sebenarnya seperti apa, agar apa yang kita lakukan dan perjuangkan bisa bermanfaat kelak untuk anak didik dan meningkatkan mutu kualitas pendidikan di indonesia. kali ini volimaniak ingin berbagi mengenai tujuan utama diadakannya profesionalisme untuk pendidikan.

Tujuan Pendidikan Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab. Merupakan indicator umum yang dapat dijadikan barometer pencapaian mutu pendidikan secara Nasional dari setiap satuan pendidikan tertentu.

Perangkat lain yang kemudian menjadi dasar peningkatan mutu pendidikan adalah Undang-undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang membahas pasal demi pasal mengenai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kualifikasi pendidikan, sertifikat pendidikan, tunjangan profesi dan tunjangan kehormatan.

Lahirnya Undang-undang RI No. 14 tersebut memicu seluruh guru yang telah memiliki kualifikasi sebagai tenaga pendidik, untuk berupaya mengejar kelayakan untuk berkompetensi agar mendapatkan sertifikat pendidikan dan lulus sertifikasi.Tentunya upaya ini akan memberikan pengaruh positif bagi peningkatan kesejahteraan guru, sehingga secara estapet pula diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Gairah baru mengenai seritifikasi yang berkaitan erat dengan pemberian tunjangan profesi ini, menjadi suatu strategi yang cukup efektip dalam memberikan angin segar dalam peningkatan mutu pendidikan. Karena tidak bisa dipungkiri, mutu pendidikan sangat berkaitan erat dengan profesionalisme guru. Sebab patut kita akui bersama bahwa setiap guru yang sudah memenuhi kualifikasi sebagai tenaga professional, akan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas.

http://volimaniak.blogspot.com/Jika kita kaji dari definisinya profesionalisme dapat diartikan sebagai sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesinya. Setiap guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Mereka dituntut untuk selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna professional.

Guru professional dapat juga diartikan guru yang telah mendapatkan pengakuan sevara formal berdasarkan ketentuan yang berlaku baik dalam kaitan dengan jabatan maupun latar belakang pendidikan formalnya. Pengakuin ini dinyatan dalam suatu bentuk surat keputusan, ijazah, akta, seritifikat dan lain sebagainya, baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Jelaslah bahwa profesionalisme guru berkaitan erat dengan peningkatan mutu, baik bagi guru itu sendiri, maupun mutu pendidikan itu sendiri..

Jika ditarik suatu kesimpulan maka penulis berpendapat bahwa yang dimaksud dengan profesionalisme guru adalah suatu sikap mental serta komitmen guru sebagai tenaga profesi terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Serta selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna professional.

Yang dimaksud dengan Peningkatan Mutu Pendidikan adalah, suatu pencapaian lulusan yang memiliki kreteria sebagaimana yang tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional yang dituangkan di dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk Membahas Mengenai Permasalahan Peranan Guru Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan, penulis mencoba menguraikan sebagai berikut.

Tujuan profesionalisme Guru Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Menurut Surya (2005:48) bahwa profesionalisme guru mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan, karena :
1. Profesionalisme guru memberikan jaminan perlindungan kepada kesejahteraan masyarakat umum.
2. Professional guru merupakan suatu cara untuk memperbaiki citra profesi pendidikan yang selama ini dianggap oleh sebahagian masyarakat rendah.
3. Profesionalisme guru memberikan kemungkinan perbaikan dan pengembangan diri yang memberikan kemungkinan guru dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin dan memaksimalkan kompetensinya.

Dari gambaran penjelasan Surya tersebut profesionalisme guru dapat sangat besar peranannya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Karena secara jelas guru adalah juga merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran. Dengan keprofesionalismeannya itu guru akan mampu memperbaiki proses pembelajaran, sehingga dapat dengan otomatis pula dapat meningkatkan mutu pendidikan. Sebab guru professional tentunya akan mencurahkan segenap kemampuannya demi kepentingan memajukan mutu pendidikan itu sendiri. Karena memang itu yang menjadi tujuan dilaksanakannya sertifikasi bagi guru dan dosen.

Semakin professional guru, maka semakin dapat memperbaiki proses penbelajaran, dan semakin meningkat kualitas pencapaian tujuan pembelajaran, karena guru begiru besar peranannya di dalam pembelajaran, yaitu :
1. Sebagai Planner : Guru sebagai perencana segala sesuatu sebelum dilaksanakan proses pembelajaran.
2. Sebagai organisator : Guru bertindak sebagai penyelenggara proses edukatif, dituntut mampu mengorganisasikan jalannya proses pembelajaran sebaik-baiknya.
3. Sebagai fasilitator : Gurulah yang member jalan kemudahan dalam memecahkan suatu masalah pelajaran.

Guru yang memiliki profesionalisme tinggi akan tercermin dari dedikasinya dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Bukan hanya itu, guru yang professional akan senantiasa diakui keprofesiannya di dalam masyarakat, karena prilakukanya benar-benar mencerminkan sebagai tenaga professional. Dan masyarakat mengakui, berkat didikannya kini anak-anak mereka telah menjadi manusia yang sesuai dengan harapannya.

Pengakuan tersebut adalah meruapakan elemen penting dalam mengukur keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Dan menjadi indicator utama yang dapat mencerminkan mutu pendidikan.

Kesemuanya itu dapat tercapai apabila guru sebagai tenaga professional sudah dapat menuangkan semua kompetensinya semata-mata untuk kepentingan pencapaian mutu pendidikan. Bukan hanya mampu mengelola kelas dengan baik, juga seharusnya menjadi tauladan bagi segenap siswanya.

Dengan pengakuan guru sebagai tenaga professional melalui sertifikasi, akan memberikan efek positif bagi kinerjanya. Selain jaminan kesejahteraannya dari pemerintah, juga adanya tuntutan bagi guru untuk terus menerus menyempurnakan pengetahuan dan keterampilan profesinya.
Kinerja guru yang berprofesionalisme tinggi akan dapat terlihat dari beberapa hal :
1. Sikap, komitmen dan prilakunya.
2. Tindakan dan kecintaannya terhadap profesi.
3. Menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat.
4. Selalu mengikuti tuntutan kemajuan zaman secara keilmuan dan keterampilannya
5. Mendapat pengakuan prdikat baik di dalam masyarakat

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai profesionalisme guru kita sambung dilaen kesempatan.
terimakasih, semoga bermanfaat
Sumber referensi : infodikdas.com

Sunday, March 9, 2014

Fenomena Guru Olahraga dan Guru Kelas

Bagaimana kabar sobat volimaniak semua. semoga selalu dalam keadaan yang baik saja. sedikit ulasan atau curhatan nih dari admin yang sudah terlanjur didunia pendidikan, khususnya menjadi guru olahraga. Banyak para guru menilai dan melihat bahwa guru olahraga itu enak dan ngajarnya cuma sebentar saja.

sebenarnya pada tahu gak sih. la wong kerjanya tuh di panasan atau dibawah terik matahari dari pagi sampai siang. itu untuk waktu yang sekarang sih. beda nanti dengar-dengar kurikulum sudah berganti dan menjadi 3 jam per kelas. waduh jadi tambah item deh.
hehehehehe.....banyak keluar keringat itulah yang bisa saya ungkapkan. kayak pepatah aja hasil keringat sendiri.....hahahahaha....

ketika ketika kita melihat di dunia pendidikan. perbedaan guru mapel kelas dan lapangan sebenarnya tidak ada bedanya, kan juga sama2 kerja keras untuk bisa memberi ilmu ke peserta didik. bahkan yang lebih susah adalah mendidik. karena tugas utama guru tidak hanya mengajar saja tapi juga mendidik. menurut saya guru olahraga atau penjas identik dengan kekerasan. karena sifatnya juga fisik dan keluar keringat. maka dari itu di sebut kekerasan. karena memaksa keringat agar keluar hahahahaha..... la kalau dikelas beda lah kalu anak didik keluar keringat itu namanya baru dihukum atau bisa takut.

banyak orang bilang modal guru olahraga tu cuma ringan yaitu guru bermodal peluit saja....tapi bukan tukang parkir lo. mentang2 tiap hari bawa peluit disebut tukang parkir. hehehehehe...tapi kalu dipikir-pikir ada benarnya juga sih yaitu tukang parkir orang-orang bukan motor atau mobil...kan kalau tiup peluit anak-anak langsung lari dan baris yang rapi. hehehehe

Jadi ingat nih pada waktu PPL saya sering dibilang sama teman-teman,kayak gini "kamu sih enak pak tiap hari modalnya cuma peluit, dan juga gak pernah belajar, beda sama saya tiap hari harus belajar", terus aku jawab aja "beda lah bu, kan olahraga lebih cenderung ke praktek. teori sih urusan nanti. yang ditanyakan tiap ujian juga prakteknya bukan pengetahuannya ". tapi untuk sekarang kurikulum sudah dirubah karena siswa di harapkan tidak hanya berorientasi pada penilaian praktek saja atau psikomotor tapi juga pada beberapa aspek, yaitu ; aspek afeksi,kognitif,fisik, jadi dengan adanya aspek itu siswa juga dinilai berdasarkan sikap pada waktu pelajaran dan juga pengetahuannya di bidang olahraga.

waduh kok jadi ngelantur kemana-mana...fenomena yang bisa kita lihat dalam dunia pendidikan antara guru penjas atau olahraga dengan guru kelas menurut saya seperti ini :
guru penjas atau olahraga :
a. modal peluit
b. tidak banyak omong tapi ke praktek
c. waktu mengajar cuma sampai jam 10 saja
d. karena jam ngajar sedikit otomatis gajinya juga sedikit..hehehehe kan masih GTT beda sama PNS yang sudah enak walau ngajar sedikit tapi gajinya sama...
e. guru penjas biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi kenakalan anak karena kenyataanya siswa lebih dekat dengan guru penjas


hem kalau untuk guru kelas berarti ya kebalikannya...hehehehe capek nulisnya jadi males.....kira-kira cuma itu menurut saya...kalau menurut anda gimana..bisa ditambahkan deh kan pendapat orang beda-beda, yang penting jangan jotos-jotos an..hahahahahaha....sekian dulu terimakasih....

Labels