English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean

Showing posts with label Utak-Atik. Show all posts
Showing posts with label Utak-Atik. Show all posts

Saturday, September 21, 2013

Mengatasi tekan F1 pada Booting Komputer

Ketika kita hendak menyalakan komputer biasanya proses dimulai dengan booting kemudian masuk ke Windows atau sistem operasi lainnya dan komputer dapat kita pakai, namun adakalanya ketika kita hendak menyalakan komputer lalu pada saat booting muncul perintah untuk menekan tombol F1 pada saat booting, hal tersebut lumayan membuat jengkel karena kita mesti menekan tombol F1 untuk masuk ke Sistem Operasi bila kita tidak menekannya maka komputer tidak akan pernah masuk ke Sistem Operasi.
Hal tersebut membuat kita tidak dapat meninggalkan komputer ketika kita hendak menyalakan komputer padahal kita biasanya meninggalkan komputer tersebut ketika proses booting (sambil nungguin proses boot biasanya kita ngerjain hal lain). Nah sebenarnya apa penyebab ada perintah untuk menekan tombol F1 pada saat booting, dan bagaimana menghilangkan atau mengatasinya.
Maka untuk postingan kali ini saya akan membahas hal tersebut berikut pembahasannya :

Penyebab munculnya perintah menekan tombol F1

Dari pengalaman yang saya alami terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan hal tersebut yaitu :
1. Setting jumper harddisk atau CDROM/DVDROM yang tidak sesuai.
2. Anda memasang atau mencabut feripheral namun anda tidak mensettingnya di BIOS, misal anda memasang Harddisk baru kemudian anda tidak mengaktifkan auto detect pada BIOS, maka secara otomatis anda akan diminta untuk menekan tombol F1 karena konfigurasi feripheral yang ada tidak sesuai dengan yang ada di BIOS.
3. Anda mengubah pengaturan di BIOS, misal anda merubah urutan boot antara satu harddisk dengan harddisk lain, atau dengan Optical Drive yang lain.

Cara Mengatasi atau menghilangkan perintah menekan tombol

1. Settinglah posisi jumper sehingga posisinya benar antara Master, Secondary, ataupun Slave sesuai dengan petunjuk yang biasanya tertera pada body harddisk atau pada CDROM/DVDROM. biasanya antara satu vendor dengan vendor lain settingannya berbeda.
2. Atur BIOS sehingga mendeteksi alat yang baru kita pasang atau baru kita lepas. atau mengembalikan settingan BIOS ke Default.
3. Bila anda tidak tahu bagian BIOS mana yang telah anda rubah, maka gunakan saja fitur untuk mengembalikan pengaturan pada default-nya.

Sekian dan terima kasih.

Software Simulator Install Windows XP

Windows XP LogoBagi beberapa orang mungkin sudah terbiasa menginstall ulang Komputernya baik itu PC ataupun Laptop, namun kebanyakan orang tidak mengetahui caranya, untuk kali ini saya akan mencoba membahas sebuah software Simulasi proses Install Ulang Windows XP. software ini saya bahas untuk memudahkan para pembaca sekalian yang belum mahir melakukan install ulang, sehingga mudah-mudahan dengan software ini dapat membantu anda untuk mempelajarinya.
Dengan adanya software ini para pembaca sekalian dapat mempelajari proses install ulang tanpa menggunakan PC asli, sehingga anda dapat mempelajari langkah-langkah proses install ulang.
Langsung saja berikut detail software tersebut :

Software Simulasi Install Ulang Windows XP

Nama : WinXP Simulator 1.0
Publisher : EchoProject.net
Download : www.download3k.com
  www.download3000.com
 
Ukuran File : 1.23 MB
Lisensi : Freeware
OS : Win95,Win98,WinME,WinNT 3.x,WinNT
Fitur : anda dapat menggunakan software ini untuk belajar menginstall ulang Sistem Operasi Windows XP
Penggunaan : Yang anda harus lakukan adalah :
1. Download software tersebut di alamat tersebut.
2. Setelah di download Install program tersebut, ketika proses penginstallan simpan Program tersebut ke folder yang anda inginkan (bebas)
3. Setelah itu masuk ke Folder tempat Program Simulator XP tadi diletakkan
4. Bila sudah, tinggal eksekusi program bernama Windows XP Setup

Tips Merapikan File dalam Komputer

Sudah menjadi kebiasan banyak orang (terutama penulis) ketika memasukkan file ke dalam komputer biasanya sembarangan, bercampur aduk menjadi satu, ada file dokumen, musik, video, wallpaper, halaman situs yang kita download, dan lain sebagainya, sehingga kalau pada suatu saat kita butuh suatu file kadang-kadang kita kebingungan di mana kita menyimpannya dulu, masih untung apabila kita ingat nama file tersebut, karena mungkin kita bisa menggunakan fasilitas search yang dimiliki Windows atau menggunakan program pencari seperti Everything atau Google Desktop, tetapi bagaimana kalau kita lupa nama file tersebut. kita mulai kebingungan dan file tersebut tidak ketemu-ketemu.
Sebenarnya tips ini murni hasil pengalaman penulis dalam mengelola file yang berada dalam komputer penulis, lalu penulis sedikit demi sedikit mulai mengorganisasikan/mengklasifikasikan file-file tersebut sesuai dengan kategori masing-masing, sebelum masuk kepada pembahasan ada baiknya atur file-file anda hingga seperti berikut :
  • jika anda mempunyai banyak program mentah (program installer) sebaiknya seluruh program tersebut anda kompres dengan menggunakan software kompresi yang sering anda gunakan. hal ini perlu dilakukan karena terdapat virus yang dapat menginjekkan kode ke dalam program yang tidak dikompresi, salah satunya virus w32.sality. Sehingga apabila kita mengkompresi program tersebut virus-virus tersebut tidak dapat menginfeksi program installer yang kita miliki.
  • Usahakan file dokumen kita tidak disimpan di Drive C, karena kalau suatu saat kita akan menginstall ulang komputer kita kita tidak perlu membuat back-up file kita. Usahakan file yang disimpan di Drive C tidak terlalu penting, atau file yang dibuat untuk sementara.
Langsung saja pada pembahasan Tips merapikan file pada komputer kita, berikut tahapannya :
  • Sebaiknya anda membuat sebuah partisi yang khusus untuk dokumen kita dan usahakan tidak di Drive C (biasanya drive System Windows)
  • Buat folder-folder yang sesuai dengan kategori file yang kita miliki
  • Masukkan file-file sesuai kategori yang telah kita buat tadi.
  • Hapus file yang sekiranya tidak penting
  • Selesai

Contoh :
  • Misalnya kita pilih drive yang akan kita gunakan adalah Drive D
  • buatlah folder-folder sesuai kategori misal (berikut dengan sub-foldernya) contoh :
pada drive D kita buat folder-folder berikut :
  • Master atau Program (folder yang digunakan untuk menyimpan program yang kita miliki)
  • Dokumen atau Data (folder yang digunakan untuk menyimpan dokumen word, excel, powerpoint, Coreldraw, dan lain sebagainya)
  • Ebook atau Buku (folder untuk menempatkan file ebook yang anda miliki)
  • Foto (folder khusus untuk foto-foto yang kita miliki)
  • Video (folder khusus untuk file video yang kita miliki)
  • Wallpaper (folder yang digunakan untuk menyimpan  wallpaper kita, sebaiknya dipisahkan dengan file foto yang kita miliki)
  • Tugas atau Job atau Kerjaan (folder untuk menyimpan file-file pekerjaan kita, berbeda dengan folder data yang dikhususkan untuk file data pribadi kita)
  • Numpang atau Titip (folder khusus bagi bagi file-file teman kita, yang sifatnya sementara atau untuk memudahkan kita ketika teman kita meminta file tersebut kembali)
  • Lain-lain (folder yang digunakan bila kita bingung kategori file tersebut)
  • dan folder-folder lainnya yang sesuai dengan kategori yang anda inginkan
Bukan hanya folder-folder tersebut di atas yang anda perlu perhatikan, sub-folder dari tiap-tiap folder kategori di ataspun perlu kita klasifikasikan/kategorikan kembali. contoh  :
  • Folder Master memiliki sub folder : Driver, Office, Font, Multimedia, Grapik, Antivirus, benchmark, Tools, Internet Tools, dll.
  • Folder Dokumen memiliki sub folder : Pribadi, anak-anak, penting, campur-campur, surat, dll.
  • Folder Ebook memiliki sub folder :  Novel, Ilmiah, Buku Sekolah, Blogging, Internet, Komputer, Office, dll.
  • Folder Photo memiliki sub folder : Pribadi,  Friends, Narsis, Holiday, Gambar, Wallpaper, Juventus, dll.
  • Folder Video memiliki sub folder : Tempo dulu, Sekolah, teman-teman, Narsis, Pacar, Facebook, dll.
  • Folder Wallpaper memiliki sub folder : Alami, Vehincle, Animal, Job, Dunia, Peta, Atlas, pilihan, dll.
  • Folder Tugas memiliki sub folder : Kantor, Freelance, Editing Photo, Kerjaan, dll.

Setelah semua folder telah kita buat, langkah selanjutnya adalah memasukkan file-file yang anda miliki sesuai dengan kategori/klasifikasi yang telah kita buat tadi.
Bila semua file telah kita masukkan ke dalam folder seluruhnya, buanglah file-file yang dianggap tidak perlu.


Berikut contoh pengklasifikasian file-file yang kita miliki, tulisan ini murni dari pengalaman pribadi penulis, sehingga apabila ada di antara  pembaca sekalian kurang berkenan mohon maklumnya.

Wednesday, September 18, 2013

Menampilkan hanya ikon pada Bookmark


Yo kita mulai kembali aktifitas baca dan tulis di blog, kita mulai dengan cara menampilkan hanya ikon (favicon) sebuah situs yang telah kita bookmark (beri tanda).
Sebelum melangkah lebih jauh saya mungkin akan menjelaskan apa itu bookmark bagi anda yang belum tahu apa sih bookmark itu ? secara sederhananya bookmark adalah suatu link/tombol yang memudahkan kita mengunjungi kembali suatu situs yang kita sukai atau kita tandai, sehingga kita tidak susah untuk mengingat nama situs tersebut.
Langsung saja pada pembahasan kali ini yakni cara menampilkan hanya ikon (favicon) sebuah situs pada toolbar bookmark. Dan yang saya tulis disini dikhususkan bagi mereka yang menggunakan browser Mozilla Firefox.
maksud saya itu tampilan ikon bookmark seperti gambar di bawah ini, di mana tulisan untuk bookmark itu tidak ada hingga membuat ruang di toolbar lebih luas.


Berikut langkah-langkahnya :
  1. kita akan menggunakan sebuah add-ons untuk dapat membuat favicon saja yang ditampilkan di bookmark
  2. Pertama-tama download dulu add-ons Firefox "Smart Bookmark" pada jendela add-on, akan ada perintah untuk menginstall ikuti langkah-langkah berikut ini :





 Catatan : pada saat menginstall add-ons akan ada sebuah notifikasi (pemberitahuan) apakah benar anda akan menginstall add-ons, tekanlah tombol Allow untuk melanjutkan proses instalasi.

 3. Restart Firefox anda untuk mulai menggunakan add-ons tersebut.

Sekian dan terima kasih

Memperbaiki MSVCR100.dll di Windows 7

Sudah lama rasanya penulis tidak membuat posting di blog ini, maaf ya lagi males-malesnya tulis menulis ... jadi mohon maklumnya ya !.


langsung aja ya ke pokok pembahasan, yakni bagaimana cara memperbaiki MSVCR100.dll.
Sebenarnya inspirasi dari tulisan ini adalah ketika penulis mendapati tidak dapat menginstall program Zekr (al Quran Digital). pada waktu hendak menginstall program tersebut, saya terkejut dengan pesan "MSVCR100.dll are missing". lalu penulis coba utak-atik tuh komputer, hal pertama adalah menginstall ulang (reinstall) Java Runtime Environment (jre) tetapi gagal. kemudian saya masih penasaran saya coba download Net Framework 4.0 kemudian menginstallnya tetapi tetap gagal pula.

Setelah itu saya coba searching bagaimana memperbaiki file dll yang rusak atau missing (hilang), lalu ketemu software dll-fix, saya download. Namun sayang ternyata untuk dapat memperbaiki file dll yang rusak atau hilang saya harus membeli software tersebut,,, aaaaaahhhh, bayar dari mana ???.
Coba kembali searching .... searching ... searching ... dan akhirnya ketemu juga ...


Berikut langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki msvcr100.dll yang rusak atau hilang (missing) : 
(ingat ... ini menurut pengalaman, jadi kalau cara ini tidak ampuh, berarti kasusnya berbeda dengan yang saya alami ...) langsung pada pokok pembahasan ya ! 

1. Download file msvcr100.dll di sini ...
2. Ekstrak file tersebut (di mana aja)
3. Copy - Paste file tersebut ke C:\Windows\System (Windows 95/98/Me), C:\WINNT\System32 (Windows NT/2000), atau C:\Windows\System32 (Windows XP, Vista, 7)
4. Selesai sudah ....


5. Sebenarnya dari instruksi yang didapat pada situs-situs tentang memperbaiki file tersebut terdapat instruksi-instruksi tambahan, namun yang dialami saya hanya sampai pada copy paste (jika file rusak berarti file msvcr.dll hasil download menimpa -overwrite- file yang ada) langsung berhasil namun bagi yang belum berhasil instruksi tambahannya adalah sebagai berikut :

1. Setelah kita paste-kan file tersebut di folder yang tadi, restrart komputer
2. jika tetap anda mesti meregistrasikan file msvcr100.dll ke dalam registry dengan cara :
- masuk ke cmd (tekan tombol Windows + R, kemudian ketik cmd
- setelah muncul jendela command promt ketikan "regsvr32 msvcr100.dll" lalu tekan ENTER.


Sekian dan terima kasih .... ^_^


Labels